2012-12-26

Cara Mudah Flash Recovery Ponsel dan Tablet Android




Jika Anda membeli perangkat Android baru, kemudian ingin menemukan cara untuk menginstal ROM kustom, yang selalu melibatkan untuk menginstal recovery kustom seperti ClockworkMod, alat yang umum digunakan untuk flashing ROM kustom pada ponsel dan tablet Android.

Namun, terkadang terjadi gangguan untuk mencoba menemukan semua rincian tentang bagaimana recovery kustom dapat dilakukan pada perangkat, tapi hal itu sekarang tidak menjadi masalah berkat Anggota XDA-developer Senior LEDelete, yang membuat sebuah tools yang disebut RecoverX.

RecoverX adalah aplikasi yang dapat memulihkan flash kustom pada lebih dari 30 ponsel dan tablet Android yang berbeda, semua dijalankan dengan mudah menggunakan antarmuka tunggal. Ini awalnya dimulai sebagai aplikasi recovery untuk perangkat Xperia, tapi sejak itu LEDelete telah membuat alat universal untuk perangkat dari produsen yang berbeda, termasuk Acer, ASUS, LG, HTC, Samsung, Sony, dan bahkan untuk produsen yang tidak begitu populer seperti Micromax. Juga dukungan untuk perangkat lainnya dalam waktu dekat akan ditambahkan.

Menggunakan RecoverX cukup sederhana. Anda hanya perlu memilih produsen dan model perangkat Anda dari daftar, pilih recovery yang ingin Anda instal, kemudian ikuti petunjuk pada layar di RecoverX untuk melihat prosedur recovery sampai selesai. Banyak perangkat memerlukan unlocking bootloader sebelum melakukan recovery, atau perlu mengaktifkan USB Debugging dalam pengaturan, dan RecoverX memungkinkan Anda tahu setiap pra-syarat yang perlu Anda ikuti sebelum recovery dapat berjalan pada perangkat tertentu.

Cara menginstal dan menggunakan RecoverX


  1. Unduh RecoverX dari halaman XDA-developer.
  2. Ekstrak file yang didownload ke lokasi yang nyaman di komputer Anda untuk mendapatkan folder bernama RecoverX.
  3. Buka folder RecoverX, kemudian klik "RecoverX" file untuk menjalankan RecoverX.
  4. Setelah RecoverX dijalankan, pilih perangkat Anda dari daftar drop-down, kemudian klik Next.
  5. Kemudian, RecoverX akan mendownload recovery yang diperlukan, setelah itu Anda dapat mengikuti petunjuk pada layar untuk flash pada perangkat Android Anda.

RecoverX tidak diragukan lagi  sangat berguna untuk di instal di komputer Anda, khususnya jika Anda seorang pecandu berat ROM kustom dan selalu melakukan flashing ROM kustom segera setelah Anda membeli perangkat baru.

READ MORE - Cara Mudah Flash Recovery Ponsel dan Tablet Android

PROSES PEMBUATAN PROSESOR



PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Setelah memperoleh mentahan dari pasir dan memisahkan silikonnya, materil yang kelebihan dibuang. Lalu, silikon dimurnikan secara bertahap hingga mencapai kualitas 'semiconductor manufacturing quality', atau biasa disebut 'electronic grade silicon'. Pemurnian ini menghasilkan sesuatu yang sangat dahsyat dimana 'electronic grade silicon' hanya boleh memiliki satu 'alien atom' di tiap satu milyar atom silikon. Setelah tahap pemurnian silikon selesai, silikon memasuki fase peleburan. Dari gambar di atas, kita bisa melihat bagaimana kristal yang berukuran besar muncul dari silikon yang dileburkan. Hasilnya adalah kristal tunggal yang disebut 'Ingot'.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Kristal tunggal 'Ingot' ini terbentuk dari 'electronic grade silicon'. Besar satu buah 'Ingot' adalah 100 Kilogram atau 220 pounds, dan memiliki tingkat kemurnian silikon hingga 99,9999999 persen.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Setelah itu, 'Ingot' memasuki tahap pengirisan. 'Ingot' di iris tipis hingga menghasilkan 'silicon discs', yang disebut dengan 'Wafers' yang tebalnya hanya 1mm. 


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Setelah diiris, 'Wafers' dipoles hingga benar-benar mulus sempurna, permukaannya menjadi seperti cermin yang sangat-sangat halus. Kenyataannya, Intel tidak memproduksi sendiri 'Ingots' dan 'Wafers', melainkan Intel membelinya dari perusahaan 'third-party'. Processor Intel dengan teknologi 45nm, menggunakan 'Wafers' dengan ukuran 300mm (12 inch), sedangkan saat pertama kali Intel membuat Chip, Intel menggunakan 'Wafers' dengan ukuran 50mm (2 inch).


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Cairan biru seperti yang terlihat pada gambar di atas, adalah 'Photo Resist' seperti yang digunakan pada 'Film' pada fotografi. 'Wafers' diputar dalam tahap ini supaya lapisannya dapat merata halus dan tipis.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Di dalam fase ini, 'Photo Resist' disinari cahaya 'Ultra Violet'. Reaksi kimia yang terjadi dalam proses ini mirip dengan 'Film' kamera yang terjadi pada saat kita menekan shutter (Jepret!).

Daerah paling kuat atau tahan di 'Wafer' menjadi fleksibel dan rapuh akibat efek dari sinar 'Ultra Violet'. Pencahayaan menjadi berhasil dengan menggunakan pelindung yang berfungsi seperti stensil. Saat disinari sinar 'Ultra Violet', lapisan pelindung membuat pola sirkuit. Di dalam pembuatan Processor, sangat penting dan utama untuk mengulangi proses ini berulang-ulang hingga lapisan-lapisannya berada di atas lapisan bawahnya, begitu seterusnya.

Lensa di tengah berfungsi untuk mengecilkan cahaya menjadi sebuah fokus yang berukuran kecil.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Dari gambar di atas, kita dapat gambaran bagaimana jika satu buah 'Transistor' kita lihat dengan mata telanjang. Transistor berfungsi seperti saklar, mengendalikan aliran arus listrik di dalam 'Chip' komputer. Peneliti Intel telah mengembangkan transistor menjadi sangat kecil sehingga sekitar 30 juta 'Transistor' dapat menancap di ujung 'Pin'.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Setelah disinari sinar 'Ultra Violet', bidang 'Photo Resist' benar-benar hancur lebur. Gambar di atas menampakan pola 'Photo Resist' yang tercipta dari lapisan pelindung. Pola ini merupakan awal dari 'transistors', 'interconnects', dan hal yang berhubungan dengan listrik berawal dari sini.


Meskipun bidangnya hancur, lapisan 'Photo Resist' masih melindungi materiil 'Wafer' sehingga tidak akan tersketsa. Bagian yang tidak terlindungi akan disketsa dengan bahan kimia.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Setelah tersketsa, lapisan 'Photo Resist' diangkat dan bentuk yang diinginkan menjadi tampak.


'Photo Resist' kembali digunakan dan disinari dengan sinar 'Ultra Violet'. 'Photo Resist' yang tersinari kemudian dicuci dahulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, proses pencucian ini dinamakan 'Ion Doping', proses dimana partikel ion ditabrakan ke 'Wafer', sehingga sifat kimia silikon dirubah, agar CPU dapat mengkontrol arus listrik.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Melalui proses yang dinamakan 'Ion Implantation' (bagian dari proses Ion Doping) daerah silikon pada 'Wafers' ditembak oleh ion. Ion ditanamkan di silikon supaya merubah daya hantar silikon dengan listrik. Ion didorong ke permukaan 'Wafer' dengan kecepatan tinggi. Medan listrik melajukan ion dengan kecepatan lebih dari 300,000 Km/jam (sekitar 185,000 mph)


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Setelah ion ditanamkan, 'Photo Resist' diangkat, dan materil yang berwarna hijau pada gambar sekarang sudah tertanam 'Alien Atoms'


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Transistor ini sudah hampir selesai. Tiga lubang telah tersketsa di lapisan isolasi (warna ungu kemerahan) yang berada di atas transistor. Tiga lubang ini akan diisi dengan tembaga, yang berfungsi untuk menghubungkan transistor ini dengan transistor lain.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

'Wafers' memasuki tahap 'copper sulphate solution' pada tingkat ini. Ion tembaga disimpan ke dalam transistor melalui proses yang dinamakan 'Electroplating'. Ion tembaga berjalan dari terminal positif (anode) menuju terminal negatif (cathode).


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Ion tembaga telah menjadi lapisan tipis di permukaan 'Wafers'.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Materil yang kelebihan dihaluskan, meninggalkan lapisan tembaga yang sangat tipis.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Nah udah mulai ribet. Banyak lapisan logam dibuat untuk saling menghubungkan bermacam-macam transistors. Bagaimana rangkaian hubungan ini disambungkan, itu ditentukan oleh teknik arsitektur dan desain tim yang mengembangkan kemampuan masing-masing processor. Dimana chip komputer terlihat sangat datar, sebenarnya memiliki lebih dari 20 lapisan untuk membuat sirkuit yang kompleks. Jika kamu melihat dengan kaca pembesar, kamu akan melihat jaringan bentuk sirkuit yang rumit, dan transistors yang terlihat futuristik, 'Multi-Layered Highway System'.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Ini hanya contoh kecil dari 'Wafer' yang akan melalui tahap test kemampuan pertama. Di tahapan ini, sebuah pola test dikirimkan ke tiap-tiap chip, lalu respon dari chip akan dimonitor dan dibandingkan dengan 'The Right Answer'.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Setelah hasil test menunjukan bahwa 'Wafer' lulus, 'Wafer' dipotong menjadi sebuah bagian yang disebut 'Dies'. Coba anda lihat, proses yang rumit tadi ternyata hasilnya kecil saja. Pada gambar paling kiri itu ada 6 kelompok 'Wafer', pada gambar kanannya sudah berapa 'Wafer' tuh !!!


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

'Dies' yang lulus test, akan diikutkan ke tahap selanjutnya yaitu 'Packaging'. 'Dies' yang tidak lulus, dibuang. 


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Ini adalah gambar satu 'Dies', yang tadinya dipotong pada proses sebelumnya. 'Dies' pada gambar ini adalah 'Dies' dari Intel Core i7 Processor.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Lapisan bawah, 'Die', dan 'Heatspreader' dipasang bersama untuk membentuk 'Processor'. Lapisan hijau yang bawah, digunakan untuk membentuk listrik dan 'Mechanical Interface' untuk Processor supaya dapat berinteraksi dengan sistem PC. 'Heatspreader' adalah 'Thermal Interface' dimana solusi pendinginan diterapkan, sehingga Processor dapat tetap dingin dalam beroperasi.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

'Microprocessor' adalah produk terkompleks di dunia ini. Faktanya, untuk membuatnya memerlukan ratusan tahap dan yang kita uraikan sebelumnya hanyalah yang penting saja.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Selama tes terakhir untuk Processor, Processor di tes karakteristiknya, seperti penggunaan daya dan frekwensi maksimumnya.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR

Berdasarkan hasil test sebelumnya, Processor dikelompokan dengan Processor yang memiliki kemampuan sama. Proses ini dinamakan dengan 'Binning', 'Binning' ditentukan dari frekwensi maksimum Processor, kemudian tumpukan Processor dibagi dan dijual sesuai dengan spesifikasi stabilnya.


PROSES PEMBUATAN PROSESOR
READ MORE - PROSES PEMBUATAN PROSESOR

IBM mengembangkan chip optik untuk meningkatkan kecepatan server dan pusat data



IBM mengembangkan chip optik untuk meningkatkan kecepatan server dan pusat data
Chip baru IBM mengintegrasikan komponen optik
dan sirkuit listrik
IBM telah menemukan cara untuk menggunakan proses manufaktur standar untuk membuat chip dengan built-in link optik yang dapat mentransfer 25 gigabit data per detik.

Chip ini secara signifikan harus meningkatkan kecepatan dan mengurangi biaya bagi perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan masalah data yang besar seperti Google, Amazon, Rackspace, dan Apple.


   

Koneksi optical


Ada dua keuntungan utama menggunakan koneksi optik menggunakan cahaya ketimbang aliran elektron, untuk mengirimkan data.

1. Data dapat dikirim jarak jauh antara bagian yang berbeda dari pusat server tanpa risiko kehilangan informasi.

2. Kecepatan transfer data yang lebih cepat dimana cahaya dapat digunakan untuk membawa informasi lebih banyak sekaligus dibandingkan melalui kabel.


Menggunakan kabel optik untuk menghubungkan bagian-bagian  dari sistem komputer
Menggunakan kabel optik untuk menghubungkan bagian-bagian
dari sistem komputer

Pusat data sudah mulai menggunakan kabel optik untuk menukar data antar chip komputer bukan menggunakan kabel tembaga.

Tapi saat ini penggunaan kabel optik membutuhkan peralatan khusus untuk mengkonversi cahaya-encoded data ke versi listrik sehingga prosesor dapat memanfaatkannya.

IBM telah memungkinkan untuk proses konversi berlangsung pada sebuah chip komputer yang mengintegrasikan komponen optik side-by-side dengan sirkuit listrik pada bagian yang sama dari silikon, dan dapat diproduksi massal dengan biaya yang relatif murah.


Kecepatan transfer

Setiap saluran pada chip dapat mengirimkan data pada kecepatan hingga 25 gigabit per detik (Gbps).

Dengan menggabungkan bersama-sama IBM mengatakan data masih dapat ditransfer ratusan kali lebih cepat.

IBM mulai memproduksi chip pertama yang berisi teknologi nanophotonic awal tahun ini di pabrik semikonduktor.

Beberapa aplikasi data yang besar dan layanan yang diuntungkan dengan metode ini meliputi pencarian, konten video, komputasi awan, jaringan sosial, dan analisis bisnis.

Server Google
Inovasi bisa berarti penghematan biaya bagi perusahaan seperti Google
yang menggunakan ribuan rak server

Meskipun hal ini dapat dilakukan dengan teknologi yang ada, saat ini sangat mahal. IBM dapat membuat chip ini di pabrik dengan cara yang sama dengan mikroprosesor yang dibuat untuk harga yang jauh lebih murah.

Ini akan menghapus hambatan kritis yang saat ini ada di pusat data yang besar.
READ MORE - IBM mengembangkan chip optik untuk meningkatkan kecepatan server dan pusat data

2012-12-22

Aplikasi Kendali Perangkat Listrik Menggunakan Parallel Port

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai Aplikasi Kendali Perangkat listrik mengunakan Parallel Port dan Borland Delphi. Project ini sebelumnya sudah dipublish di situs Teknisoft.Net, namun karena situs sudah dirombak habis, baik design maupun kontennya sehingga artikel ini tidak bisa dilihat lagi, namun karena banyak permintaan melalui e-mail saya publish embali disini secara lengkap.
Introduksi
Dewasa ini, komputer atau disebut PC sudah berada hampir di semua Rumah, Gedung atau perkantoran. Kebanyakan komputer lebih sering digunakan untuk keperluan ketik-mengetik, film, musik dan permainan. Padahal komputer juga bisa digunakan untuk keperluan pengontrolan peralatan listrik rumah tangga seperti lampu, kipas angin dan lain-lain dengan memanfaatkan Paralel Port (Port printer) pada komputer tersebut.
Dalam dunia komputer, port adalah satu set instruksi atau perintah sinyal dimana microprocessor atau CPU (Central Processing Unit) menggunakannya untuk memindahkan data dari atau ke piranti lain. Penggunaan umum port adalah untuk berkomunikasi dengan printer, modem, keyboard dan display. Kebanyakan port-port komputer adalah berupa kode digital, di mana tiap-tiap sinyal atau bit adalah berupa kode biner 1 atau 0.
Maka dalam project kali ini, yaitu mencoba memanfaatkan fungsi dari paralel port dengan membuat program aplikasi komputer beserta peralatan yang nantinya dapat digunakan dalam hal pengendalian perangkat listrik. Dalam hal pembuatan program aplikasi tersebut akan dibuat dengan menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi dan rangkaian Relay sebagai pengatur arus daya tinggi. Adapun untuk implementasinya nanti bisa diterapkan pada perangkat listrik yang ada di rumah.

Project ini sebelumnya merupakan proyek tugas akhir saya dulu sewaktu menyelesaikan program Diploma 3, dan masih dibilang sangat sederhana, sengaja saya publish disini, dengan melakukan perubahan seperlunya, meskipun pembahasan tentang pemanfaatan parralel port sudah banyak dibahas di internet.

Adapun yang nanti kita buat adalah pertama kita akan membuat rangkaian pengontrol relay sebagai pengatur arus daya tinggi yang nantinya dihubungkan dengan program aplikasi komputer yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman delphi dan tidak lupa dengan bantuan file Inpout32.dll yang bisa anda download disini.

Diagram Pin Parallel Port

Ada dua macam konektor parallel port, yaitu 36 pin dan 25 pin. Konektor 36 pin dikenal dengan nama Centronics dan konektor 25 pin dikenal dengan DB25. Centronics lebih dahulu ada dan digunakan dari pada konektor DB-25. DB-25 diperkenalkan oleh IBM (bersamaan dengan DB-9, untuk serial port), yang bertujuan untuk menghemat tempat. Karena DB-25 lebih praktis, maka untuk koneksitor parallel port pada komputer sekarang hanya digunakan DB-25.
Di komputer, konektor parallel port yang terpasang adalah DB-25 betina , sehingga kabel penghubung keluar adalah DB-25 jantan. Susunan/bentuk DB-25 tampak seperti gambar :

Dari 25 pin konektor DB-25 tersebut, hanya 17 pin yang digunakan untuk saluran pembawa informasi dan yang berfungsi sebagai ground 8 pin. Ketujuh belas saluran informasi itu terdiri dari tiga bagian, yakni data 8 bit; status 5 bit; dan control 4 bit. Bit control dan status berfungsi dalam “jabat tangan” dalam proses penulisan data ke paralel port. Berikut ini tabel fungsi dari pin konektor DB-25.

Gambar Komunikasi Data Komputer dan Parallel Port
Diagram Blok Rangkaian Pengontrol Relay
Rangkaian relay pengontrol digunakan sebagai komponen kontrol untuk peralatan yang beroperasi dengan tegangan DC atau AC, sehingga memberikan perlindungan bila terjadi kerusakan port pada komputer. Rangkaian ini menggunakan relay magnetic 12 volt. Relay magnetic ini merupakan sebuah kumparan dengan induktansi spesifik yang menyebabkan sebuah kontak atau sambungan untuk membuka atau menutup ketika arus spesifik memuatnya. Sambungan ini akan tetap pada posisinya sampai arus turun yang nantinya dikendalikan oleh program aplikasi komputer yang saya buat.
Transistor 2N2222A menutup dan membuka arus dan dioda Zener 1N4148 serta 1N4002 menjaga kerusakan komputer dan transistor karena kumparan pada relay mempunyai induktansi yang besar ketika arus disumbat sehingga membangkitkan tegangan yang besar.

Rincian Kebutuhan Komponen Pembuatan Relay Untuk 4 Terminal
1 Resistor 1 kilo ohm 12 buah
2 Dioda 1N4148 dan 1 N4002 12 buah
3 Konektor Parallel Port DB-25 1 Pasang
4 Transistor 2N2222A 4 Buah
5 Lampu indikator 3 Volt 8 Buah
6 Relay DC 12 Volt 4 Buah
7 Kabel serabut 30 meter
8 Switch Logam 12 pasang
9 Papan Sirkuit 30x10 cm
10 Transformator AC/DC 1 Buah
11 Larutan logam 100 gram

Sample Gambar Rangkaian Pengontrol Relay Yang Sudah Jadi
Main Program Di Buat Menggunakan Compiler Borland Delphi
Menu Utama Program Aplikasi Sistem Kendali Perangkat Listrik Menggunakan Parallel Port
Sample Gambar Rangkaian Pengontrol Relay Yang Sudah Jadi
 Gambar Rangkaian Pengontrol Relay Tampak Samping
Petunjuk Pengoperasian Program
a. Cara Kerja Program

Cara kerja dari perangkat lunak yang dibuat adalah ketika menjalankan program sistem kendali perangkat listrik secara otomatis program akan mengecek dan memanggil file sistem inpout32.dll pada file sistem program Sistem Kendali Perangkat Listrik yang telah dibuat, setelah proses pemanggilan file sistem berhasil, selanjutnya program akan membaca alamat port data.
b. Program Utama Sistem Kendali Perangkat Listrik
Tampilan program utama seperti tampak pada gambar. Adapun untuk program utama tersebut tediri dari panel kontrol perangkat dan 10 tombol menu :
Dalam pengoperasian program ini yaitu dengan menekan tombol yang diinginkan menggunakan mouse atau dengan menekan kombinasi tombol keyboard (shortcut keyboard).
c. Sub Menu Status Sambungan

Gambar Sub Menu Status Sambungan
Fungsi : Mengetahui status sambungan register port data
Cara Pengoperasian :
Pada saat sub menu status sambungan dijalankan lalu klik tombol proses dengan menggunakan mouse setelah itu tunggu indikator proses sampai menunjukan angka 100 persen. Adapun hasil pembacaannya ditunjukan dengan kondisi OK atau NO sesuai dengan alamat bit dan no pin.
d. Sub Menu Set timer

Gambar Sub Menu Set Timer
Fungsi : Mengatur waktu pengendalian otomatis
Cara Pengoperasian :
Pada sub menu set timer ini terdiri dari tata waktu penyalaan otomatis dan tata waktu mati otomatis, untuk mengoperasikannya yaitu dengan mengisi jam dan menit pada kotak edit perangkat lalu ceklis kotak checkbox setelah itu tekan tombol aktifkan untuk memulai menjalankan timer otomatis, maka pada saat itu program akan mengatur sistem pengendalian perangkat secara otomatis sesuai waktu yang telah ditentukan.
Tekan tombol non-aktif untuk membatalkan operasi pengesetan tata waktu otomatis dan tombol tutup untuk keluar dari sub menu set timer.
e. Tombol Hidupkan Arus
Fungsi : Membangkitan arus listrik ke seluruh perangkat
Cara Pengoperasian :
Untuk menjalankan dengan mengklik tombol hidupkan arus atau dengan menekan kombinasi tombol keyboard Ctrl + O, ketika tombol diklik maka program akan membangkitkan aliran listrik ke seluruh perangkat yang terhubung melalui rangkaian pengontrol relay, yang menyebabkan perangkat dalam kondisi menyala.
f. Tombol Matikan Arus
Fungsi : Memutuskan arus listrik yang mengalir ke seluruh perangkat
Cara Pengoperasian :
Untuk menjalankan dengan mengklik tombol matikan arus atau dengan menekan kombinasi tombol keyboard Ctrl + M, ketika tombol diklik maka program akan memutuskan seluruh aliran listrik ke setiap perangkat yang terhubung, melalui rangkaian pengontrol relay, yang menyebabkan perangkat dalam kondisi mati.
g. Sub Menu Pengaturan
Fungsi : Mengatur informasi setiap perangkat yang terhubung.
Cara Pengoperasian :
Dengan cara mengisikan informasi pada kotak edit untuk masing-masing perangkat, kemudian klik tombol simpan. Sedangkan untuk melihat informasi mengenai perangkat yang terhubung yaitu dengan mengklik tombol buka. Untuk keluar dari sub menu pengaturan klik tombol tutup.

 Gambar Sub Menu Pengaturan Informasi Perangkat
h. Tombol Sembunyikan

Fungsi : Menyembunyikan program utama ke mode system try
Cara Pengoperasian :
Untuk menjalankan dengan mengklik tombol sembunyikan atau dengan menekan kombinasi tombol keyboard Ctrl + H, ketika tombol diklik maka program utama akan menghilang dan berpindah ke mode system try, namun program akan tetap aktif. Fungsi ini lebih baik dijalankan ketika mengaktifkan mode kendali waktu otomatis sehingga program akan terjaga dari penyalahgunaan oleh pengguna lain.
Author & Coding
Dede Kurniadi

Download Daftar Lengkap Program Aplikasi dan Komponen
Keterangan
Jenis
Ukuran
Download
Aplikasi (delphi) Source Code
 1,4 Mb
 Request via EMail
Aplikasi Jadi Install Installer/Binary
 5 Mb
 Download
Artikel Lengkap PDF
 500 Kb
 Request via EMail
Inpout32.dll File Lib
 12 Kb
 Download
Komponen Try Icon Source Pas
 6 Kb
 Download
Catatan : Tolong jika anda mengutif atau dijadikan bahan referensi TA atau skripsi untuk memperhatikan sumber utama dan penulis/pembuat Dede Kurniadi dan alamat website teknisoft sebagai penghargaan terhadap HAKI.
Saya ucapkan terima kasih jika anda menghargai dan terus mendukung untuk berkarya. Jika anda ingin memperoleh source code lengkap melalui e-mail : dede.kurniadi@gmail.com
READ MORE - Aplikasi Kendali Perangkat Listrik Menggunakan Parallel Port

Templateby :Black_ Alone 2012